Pengertian Profesi Dalam Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan kegiatan suatu proyek, bagi orang yang awam di bidang konstrusi pasti akan menjadi sesuatu hal yang pantas untuk diketahui. Bahkan orang yang bekerja di bidang konstruksipun sangat mungkin awam dengan istilah atau sebutan seperti yang aan kita ulas sekarang ini.

Tak terkecuali, seorang pengawas di kontrktor kecilpun sering tidak sadar dengan posisinya, maklum karena si Boss kontraktor memberinya mandat kepada anak buahnya untuk mengontrol keadaan tau situasi di proyek yang sedang berjalan.

Si Boss pun memberikannya uang sebagai uang oprasional pembayaran pekerja dan membeli bahan seadanya siapa tau di proyek membutuhkan dana yang tidak terduga. Ketika seseorang bertanya di lokasi, “bapak sudah lama mengawasi pekerjaan di sini ? Lantas dia menjawab, saya bukan pengawas, saya cuma di suruh sama boss untuk melihat dan mengontrol orang kerja.

“Ya pak itu namanya pengawas. Dengan yakin dia balas bukan pak saya cuma disuruh melihat orang kerja di sini. Nah ini bagian dari percakapan yang terus tidak ada ujung. Mungkin yang dipikirkan sama pesuruh boss tersebut seolah olah pengawas itu berasal dari suatu instansi tertentu.

“Baik, supaya kita tidak bingung dengan istilah, mari kita ulas satu persatu tentang provesi di lingkup proyek secara umum agar kita tidak bingung atau paling tidak kita faham, jangan sampai terbalik. Seorang boss kontraktor dianggap bawahan dari seorang pengawas. Tentu sangat bisa terjadi jika diterjemahkan sama orang di kampung di mana tempat terlaksananya proyek tersebut.

BURUH

Buruh adalah tingkat provesi yang paling bawah di proyek, siapapun asal kita sebut buruh pasti orang tau bahwa itu adalah seorang pekerja kasar di tempat itu baik lelaki maupun wanita. Penampilannya selalu kotor karena mereka siap kerja.

Lingkup pekerjaan buruh ini di tempat tempat pekerjaan berat yang meliputi: Pekerjaan penggalian manual, pekerjaan menurunkan batu bata, mengangkut pasir, menurunkan material dari truk, memindahkan barang barang dari satu titik ke titik lainnya seperti mengangkut batu, semen, pasir, batu bata, kayu, keramik dan lain-lainnya

PELADEN

Pekerjaan peladen lingkupnya mengambil sebagian pekerjaan buruh dan sebagian meladeni atau melayani seseorang pekerja atau tukang. Seorang peladen sangat mungkin untuk mengangkut batu-bata, menggali pondasi, menyiapkan air, menyiapkan alat dan bahan sebelum pekerjaan dimulai.

Jenjang seorang peladen atau helper kalau istilah bahasa inggrisnya. Sangat mungkin untuk menjadi tukang, tergantung dari personal lagi jika ia mau belajar dan mau mencoba setiap pekerjaan yang dia ikuti dan selama mengikuti kegiatan di proyek.

Seorang peladen sangat dituntut untuk enerjik, kuat dan tanggap terhadap apa yang harus dikerjakan tanpa harus disuruh oleh tukang atau menunggu komando seperti: menyiapkan pasir, semen, batu bata, air, besi dan bahan lainnya tergantung jenis pekerjaannya.

TUKANG

Tukang atau tenaga inti dari pekerjaan konstruksi merupakan atasan dari peladen dan bawahan dari kepala tukang. Tukang itu sendiri tidak terlalu ahli dalam membaca gambar kerja, biasanya tukang diberikan arahan oleh kepala tukang untuk untuk mengerjakan sesuatu bidang spesifikasi sesuai keahliannya.

Ada tukan yang lebih cenderung mampu memasang batu bata dan ada yang cenderung lebih telaten dalam urusan pelesteran dan pada intinya kedua hal itu mampu untuk dikerjakan oleh tukang, jadi kepala tukang yang akan mengarahkannya.

Tukang bangunan biasanya bekerja dibayar harian oleh kepala tukang, sementara kepala tukang dibayar borongan oleh mandor. Tukang biasanya bekerja disuatu titik lokasi bangunan, bekerja pada suatu unit bangunan. Tidak seperti kepala tukang bisa mengontrol di unit lainnya.

KEPALA TUKANG

Kepala tukang adalah atasan dari Tukang, Kepala tukang sangat dituntut untuk faham dengan gambar unit kerja, tidak untuk semua gambar kerja dengan item yang berbeda ya.

Kepala tukang faham dengan cara memasang boplang atau persiapan untuk pekerjaan pondasi, menarik benang, menentukan elevasi pondasi, dan mengontrol sudut atau pojok bangunan agar mencapai sudut siku 90 derajat.

Kepala tukang harus tau setiap ruangan yang akan dipasangi batu bata, dipasangi kusen dan plat cor beton, memeriksa kepadatan tanah sebelum pemasangan keramik, menyetel pemasangan kusen, mampu berkordinasi dengan tukang kayu, tukang pasang atap bangunan dan lainnya.

MANDOR

Mandor adalah sub borong pekerjaan di proyek, seorang mandor tentunya orang yang lebih berpengalaman di atas kepala tukang. Mandor biasanya mengambil sub pekerjaan dari pemilik proyek dengan cara diborongkan.

Tentunya mandor harus tau nilai proyek yang akan dia kerjakan, umpamanya 1 unit bangunan diborongkan dengan harga 50 juta, mandor akan melimpahkan pekerjaan ke kepala tukang dengan harga dibawah itu. Tergantung kesepakatan bisa jadi kepala tukang akan mengambil pekerjaan itu dengan nilai 42 juta – 45 juta.

Selama proses pekerjaan Mandor harus terlibat dalam proses memobilisasi material dan pekerja tentu dengan cara memberikan termin secara bertahap kepada kepala tukang sesuai kebutuhan di lapangan. Mandor juga harus terlibat membantu mencari tempat menginap semua pekerja dan tersedianya tempat makan jika pelaksanaan proyek harus menginap. 

PELAKSANA

Pelaksana terdiri dari berbagai bidang pekerjaan yang akan diawasi oleh Kepala Pelaksana, pelaksana dibagi-bagi menjadi sub unit yang akan dilaksanakan jika proyek itu besar atau diatas puluhan milyar, misalnya untuk pekerjaan kayu harus ada satu pelaksana yang akan mengontrol material dan pekerjaan.

Pelaksana akan mengawal pekerjaan mandor, bukan berati mengawasi tapi mendengarkan kebutuhan material apa yang akan dibutuhkan atau yang akan segera harus disiapkan di lokasi proyek, pelaksana akan melaporkannya ke kepala pelaksana dan akan meneruskan ke bagian logistik.

Pelaksana tidak harus ahli dalam membaca gambar kerja, pelaksana harus tanggap dan bekerjasama dengan mandor. Berkordinasi di lapangan untuk hal-hal yang terbaik yang semestinya dilakukan di dalam pelaksanaan proyek.

Penghasilan pelaksana digaji oleh perusahaan sesuai standar gaji pegawai negeri, ya artinya gak jauh beda lebih murah dari gaji pegawai negeri, tergantung lagi jika pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang bernilai, pekerjaan pelaksana bisa lebih besar dari gaji PNS. Pelaksana berpenghasilan jika pas ada proyek saja.

Bahkan Pelaksana sering berharap dari mandor buat dapat ceperan jika bisa membantu memuluskan pekerjaan mandor, ceperannya tidak banayak hanya sebatas uang rokok. 

KEPALA PELAKSANA

PENGAWAS

JURU GAMBAR

SURVEYOR

LOGISTIK

KONSULTAN TEKNIK

ARSITEK

PEMBORONG

KONTRAKTOR